Senin, 10 Oktober 2011

Friendship In Love Chapter 1 : In Rain

Summary :
Cinta, pacaran, perselingkuhan, tiga kata ini memang sangat berkaitan dan tidak asing lagi di telinga kita. Bagaimana Jadinya jika Shikamaru dan Ino yang baru saja berpacaran, mengalami cobaan yang berat. Dimana sang kekasih, Shikamaru harus menolong orang lain tanpa sepengetahuan Ino. Yang membuat Ino sakit hati dan salah paham.
Lalu, siapakah yang di tolong Shikamaru?
Apakah Ino mau mengerti?
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?

Friendship In Love
Chapter 1 : In Rain
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : OOC, Abal. GaJe. Don't Like Don't Read.

Suatu pagi yang cerah, di hari yang membahagiakan ini, menurut Shikamaru dan Ino, sepasang insan, yang baru saja menjalin hubungan kasih sayang.
Akan tetapi, kebahagiaan itu tidak bertahan lama ketika gossip tentang Shikamaru menjalin hubungan lagi dengan seorang gadis lain, beredar. Namun, Ino tidak percaya itu semua.

Di SMA Konohagakuen.
"Ohayou Ino-chan! Hn, sepertinya kau sedang senang sekali yaa?" sapa seorang gadis berambut pink, bermata hijau emerald yang mendekati Ino lalu duduk di sampingnya, yang juga berhasil membuyarkan lamunan gadis itu lalu kembali ke alam sadar.
"Eh, Ohayou Sakura-chan! Ah, eh, i-iya tentu saja! Kau tahu? Akhirnya, aku telah memiliki sesuatu yang berharga, yang selalu kuinginkan selama ini!" jelas Ino dengan semburat merah di pipinya.
"Hmm, aku tahu itu! Itu pasti si cowok jenius berambut nanas itu kan?" ledek sakura.
"Iya, eh Sakura-chan berhentilah memanggil dia dengan sebutan seperti itu!" gerutu Ino.
"Dia adalah orang yang sempurna. Kau pantas mendapatkanyya Ino-chan." Puji Sakura.
"Lalu, bagaimana hubunganmu dengan si-Baka beranbut pirang itu?" Tanya Ino balik.
"Hah, Naruto ya? Tidak, biasa-biasa saja. Hey, lihat itu! Kakashi-sensei sudah datang. Nanti kita teruskan lagi!" Ucap Sakura mengakhiri pembicaraan.
Tett…. Tettt…. Bel istirahat berbunyi.
"Hei Ino-chan!" teriak Karin yang setengah berlari, dengan Ten-Ten mengekor dibelakangnya.
"Ya, ada apa?" jawab Ino.
"Apa kau sudah tahu?" Tanya Karin To The Point.
"Berita tentang Shikamaru-kun dan Temari-chan?" tambah Ten-Ten
"Kalian ini, memang kenapa? Apa kalian tidak bosan, membicarakan dia terus? Pake acara Shikamaru-kun ikut-ikutan lagi!" jawab Ino tak peduli.
"Hei Ino-chan! Kau ini kekasihnya Shikamaru-kun kan? Kenapa diam saja? Sementara kekasihmu yang jenius itu bermesraan dengan oran lain?" jelas Karin panjang lebar.
"Yaps, apalagi banyak yang bilang mereka berdua ini berpacaran!" tambah Ten-Ten.
"Hush, jangan membicarakan yang tidak-tidak. Temari-san, dia itu kan sudah punya calon tunangan, dan rencananya setelah ia lulus sekolah akan bertunangan kan? Dan shikamaru, mana mungkin dia seperti itu, dia sudah kukenal sejak kecil!" jawab Ino membela Shikamaru.
"Tapi, kemarin sore aku melihatnya mengantarkan Temari-san pulang ke rumahnya!" jawab Karin lagi.
"Tidak! Aku tidak percaya! Jangan samakan Shikamaru dengan orang lain. Dia itu setia!" teriak Ino karena kesal.
"Hey kalian! Tak bisakah kalian tidak berteriak-teriak! Kalian ini sudah dewasa, lagipula jangan bawa-bawa masalah pribadi kalian ke sekolah!" ucap Sakura menyela, dan mencoba menenagkan.
"Huh, baiklah, baiklah. Ayo kita pergi! Ini membuang-buang waktu saja!" ucap Ten-Ten menyerah.
Lalu, mereka semuapunn pergi kearah tujuan masing-masing.

Tett…. Bel pulang berbunyi.
"Huft, hujan! Menyebalkan! Bagaimana ini? Apa aku harus menunggunya sampai reda? Aku tidak bawa payung hari ini! Ku kira tak akan hujan!" gerutu Ino dengan pandangan kearah rintik-rintik hujan yang mulai membasahi bumi.
"Sudahlah Ino-chan, ini aku pinjamkan payungku! Hari ini ada rapat OSIS. Jadi, aku tidak pulang dulu." Ucap Sakura yang lau memberikan paying itu pada Ino.
"Oh, Arigatou Gozaimasu! Sakura-chan! Baiklah, aku pulang duluan ya!" jawab Ino, lalu pergi menjauh.
"ya, cepatlah pulang! Orang Tua mu pasti sudah menunggu." Jawab Sakura lalu pergi ke ruang OSIS.

Ino POV's
"Aku pulang!" teriakku ketika masuk ke dalam rumah.
"Oh, kau sudah pulang ya! Ayo cepatlah ganti baju, lalu makan siang." Perintah kasan padaku yang ku balas dengan anggukan, lalu menuju kamarku di lantai 2.
Setelah itu, akupun langsung mengganti pakaianku yang sedikit basah dengan pakaian yang kering! Karena lelah,akupun langsung membantingkan tubuhku ke atas kasur.
'fiuh, tadi, apakah yang dikatakan Karin itu benar? Tapi, mana mungkin Shikamaru melakukan hal sebodoh itu?' bati Ino.
"Ino, ayo cepat makan!" teriak Kaasan memanggilku, yang diikuti langakah kaki menuruni tangga dan menuju ruang makan. Lalu, akupun segera menyantap sepiring nasi yang sudah disediakan Kaasan.

Normal POV's
"Baiklah, rapat kali ini selesai! Silahkan bereskan barangkalian masin-masing,dan pulanglah ke rumah!" ucap Sakura menutup rapat OSIS kali ini.
"Hai Teme! Ayo kita pulang." Ajak Naruto pada Shikamaru.
"Hn, kau duluan saja! Ada sesuatu yang harus kukerjakan." Jawab Shikamaru lalu pergi meninggalkan Naruto dan menuju ke belakang sekolah. Di sana terlihat seorang gadis berambut pirang dan berkuncir 4 sudah menunggu.
"Fu, fu, fu, kau lama sekali!" protes gadis itu.
"Gomenasai! Jadi, bagaimana selanjutnya?" tanaya Shikamaru.
"Naruto! Ayo cepat." Ucap Sakura terburu-buru.
"Iya." Jawab Naruto singkat, tapi diikuti dengan gumaman tak jelas.
"Ssstt, diam kau Baka! Ayo cepat kemari." Perintah Sakura menarik lengan Naruto, lalu bersembunyi di balik semak-semak.
'itu, bukankah itu Shikamaru? Dan gadis itu, itu adalah Temari-san, tapi, apa yang dia lakukan dengan gadis itu?' batin Sakura.
Tanpa apikir panjang, ia pun langsung menelpon Ino.
"Moshi-moshi!" jawab Ino.
"Ino-chan! Kau sedang apa? Ayo cepat datanglah ke sekolah. Kau harus lihat ini!" teriak Sakura dengan tegas, namun pelan.
"Hah, apa kau sudah gila? Hari ini kan hujan. Lagipula, aku sedang makan." Protes Ino.
"Ino, Shikamaru…. Dia bersama gadis lain!" ucap Sakura To The Point!
Tanpa berkomentar lagi, Inopun segera menutup ponselnya lalu menyamabar paying sekenanya. Dengan setengah berlari, kurang dari 10 menit ia sudah sampai di sekolah.
"Sssstt, Ino kemarilah!" teriak Sakura dari balik semak-semak.
"Lihat itu!"
'itu, itu bukankah Shikamaru? Kenapa dia bersama Temari-san? Dan, sepertinya mereka akrab sekali' batin Ino.
Lalu, Inopun keluar dari semak-semak yang menimbulkan suara, dan berhasil membuat Shikamaru menoleh.
"I-Ino…" ucap Shikamaru kaget.
'Aku kecewa Shika' batin Ino lalu berlari menerobos rontik-rintik hujan tanpa perlindungan. Dan kini, air matanyapun perlahan menetes di pipinya, yang kini bercampur dengan butir-butir air hujan.
"Ino!" teriak Shikamaru, lau mengejar Ino.
"Shika, sudah biarkanlah saja!" cegah Temari.
"Cukup Temari, Ini sudah keterlaluan, Ino yang jadi korban! Maaf, ku tak bisa menolongmu lagi." Perintah Shikamaru tegas, lalu kembali mengejar Ino.

To Be Continued

0 Comment:

Posting Komentar